8 Jenis Masker Virus Corona COVID-19, Diurutkan dari yang Terbaik ke Terburuk – Liputan6.com

thumbnail

Liputan6.com, Jakarta – Hingga saat ini, sudah jelas bahwa masker dapat mencegah penularan virus corona dan menyelamatkan nyawa.

Sebuah analisis pendahuluan dari 194 negara menemukan bahwa tempat-tempat di mana masker tidak direkomendasikan mengalami peningkatan kematian virus corona per kapita setiap minggu sebesar 55 persen setelah kasus pertama mereka dilaporkan, dibandingkan dengan 7 persen di negara-negara dengan budaya atau pedoman yang mendukung pemakaian masker.

Tetapi tidak semua masker memberikan tingkat perlindungan yang sama.

Masker wajah yang ideal memblokir tetesan pernapasan besar dari batuk atau bersin –metode utama penyebaran virus corona dari satu orang ke orang lain– bersama dengan partikel udara yang lebih kecil, yang disebut aerosol, diproduksi ketika orang berbicara atau menghembuskan napas.

WHO merekomendasikan masker medis untuk petugas kesehatan, orang tua, orang dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan orang-orang positif virus corona atau menunjukkan gejala.

Orang sehat yang tidak termasuk dalam kategori itu harus memakai masker kain, menurut WHO. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga merekomendasikan masker kain untuk masyarakat umum.

Tetapi bahkan topeng kain bervariasi, karena jenis-jenis tertentu lebih berpori daripada yang lain.

“Itu tergantung pada kualitasnya,” Dr. Ramzi Asfour, seorang dokter penyakit menular di Marin County, California, mengatakan kepada Business Insider, dikutip pada Minggu (2/8/2020).

“Jika kamu membuat topeng kain dari seprai katun Mesir dengan 600 benang, itu berbeda dengan membuatnya dari kaos murahan yang tidak ditenun dengan sangat halus.”

Selama beberapa bulan terakhir, para ilmuwan telah mengevaluasi bahan masker yang paling efektif untuk menjebak virus corona. Inilah hasil mereka sejauh ini, dari yang paling protektif hingga yang tidak, dikutip dari the Insider:

Back To Top