Pertama di Dunia, Teknik Operasi Hancurkan Batu Tanduk Rusa… – SINDOnews.com

thumbnail

loading…

JAKARTATeknik operasi untuk menghancurkan batu tanduk rusa ginjal (staghorn stone) di Indonesia sekarang sudah bisa dilakukan tanpa radiasi. Teknik operasi dengan luka operasi minimal, yaitu Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL), ini tidak lagi menggunakan x-ray, melainkan dengan ultrasonografi (USG). Dengan begitu, risiko paparan radiasi menjadi nol dan dapat meminimalisasi pemakaian obat-obatan sehingga relatif hemat biaya.

Pada operasi PCNL bebas x-ray ini, saat ingin membuat akses ke ginjal, biasanya dokter menggunakan ballon dilator sekali pakai dan harganya cukup mahal. Kabar baiknya, Spesialis Urologi FKUI-RSCM Dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), Ph.D kini telah mengembangkan teknik operasi PCNL bebas x-ray yang menggunakan Alken Telecopic Metal Dilator yang dapat digunakan berkali-kali sehingga lebih ekonomis dari segi biaya.

Teknik ini sudah dilaporkan ke dalam dua jurnal ilmiah bereputasi internasional, yaitu Research and Reports in Urology 2020 dan International Urology and Nephrology 2020. Sejauh ini belum pernah ada yang melaporkan teknik operasi PCNL bebas X ray dengan menggunakan Alken Telescopic Metal Dilator, sehingga dapat dikatakan bahwa publikasi di jurnal Research and Reports in Urology yang ditulis oleh Dr. Ponco dan kawan-kawan adalah laporan pertama yang menggunakan teknik tersebut di dunia. (Baca Juga: Daging Kambing dan Kolesterol, Apa Artinya bagi Tubuh Anda?)

“Pasien staghorn stone sering kali tidak merasakan gejala atau keluhan. Kalau pun ada, sering tidak disadari. Oleh sebab itu, batu ginjal bisa menjadi besar. Jika batu masih kecil ada keluhan, biasanya pasien akan ke dokter dan langsung diterapi sebelum menjadi besar,” kata Dr. Ponco dalam Media Briefing Virtual, belum lama ini.

Guna mengantisipasi pembesaran batu ginjal, Anda perlu mengetahui gejalanya sehingga bisa langsung melakukan pengobatan. Dr. Ponco menyebut, beberapa gejala batu ginjal yang perlu diwaspadai antara lain nyeri pinggang hilang timbul tanpa dipengaruhi gerakan, kencing warna merah atau kencing darah, kencing keruh berpasir atau keluar batu kecil, dan bila sudah lanjut karena infeksi akan timbul demam serta nyeri saat berkemih.

“Teknik operasi bedah minimal PCNL pada umumnya menggunakan sinar x-ray (fluoroscopy) pada saat mengidentifikasi batu ginjal. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, dikembangkanlah PCNL tanpa x-ray dengan bantuan USG,” kata Dr. Ponco.

X-ray free PCNL tidak menggunakan radiasi x-ray sama sekali dalam proses pencitraan, sehingga dapat mengurangi paparan radiasi bagi pasien, juga operator. Hal ini sangat berguna bagi pasien yang memang sensitif pada kontras, cairan yang digunakan untuk membantu memvisualisasikan struktur organ yang diperiksa. Pasien yang memiliki riwayat azotemia (peningkatan produk nitrogen di darah) juga dapat memilih prosedur ini, karena kontras dapat memicu azotemia,” sambungnya.

Pada pasien dengan penyakit ginjal polikistik, penggunaan USG juga memperkecil kemungkinan komplikasi karena penggunaan USG dapat mempermudah prosedur tindakan. (Baca Juga: Cukupi Gizi Anak dengan Prebiotik dan Probiotik)

Back To Top