Dikaitkan Virus Corona : Sup Kelelawar dan Kuliner Wuhan yang Mantul – Detikcom

thumbnail

Jakarta

Virus Corona yang merebak dari Wuhan dikaitkan dengan kuliner ekstrem seperti sup kelelawar. Padahal punya banyak kuliner enak Wuhan yang menggoyang lidah.

Penyebaran virus corona hingga pagi ini sudah merenggut 259 nyawa di China. Sementara Badan Kesehatan Dunia telah menyatakan wabah virus corona sebagai darurat kesehatan dunia. Hal ini karena semakin banyak negara di dunia mendapat kasus virus corona.

Sup kelelawar yang jadi makanan eksotik di China juga di Wuhan dianggap sebagai awal penyebaran virus corona. Hewan mamalia ini tak hanya dikonsumsi di China tetapi juga di berbagai negara, termasuk Indonesia. Rasa daging yang gurih dan dapat menghangatkan tubuh membuat kelelawar disukai banyak orang.

Namun, sup kelelawar ini juga punya sederet fakta menarik. Tak seperti hewan mamalia lain, kelelawar berkeliaran di malam hari, pemakan buah dan tidur di siang hari. Hewan ini tidak dipotong-potong tetapi direbus utuh dan dibersihkan bulunya.

Selanjutnya hewan utuh ini dimasak dengan rempah, bumbu dan sayur-sayuran hingga menjadi sup yang lezat. Selain tubuh terasa hangat, daging kelawar juga mengandung zat kitotefin dan omega 3 yang dapat menyembuhkan penyakit asma dan masalah sistem pernapasan. Sup kelelawar juga diyakini dapat sebagai obat stamina bagi pria untuk meningkatkan gairah seksual.

Konsumsi sup kelelawar sudah ratusan tahun dikenal oleh masyarakat China. Selain enak sup yang gurih ini dianggap sebagai lambang keberuntungan. Hewan liar dianggap lebih bernutrisi dan mendatangkan keberuntungan.

Mengenai hukum Islam menyantap daging kelelawar juga dituliskan secara gamblang. Dituliskan dalam beberapa hadist bahwa hewan bersayap dan bertaring ini haram dikonsumsi.

Baca Juga : 5 Fakta Sup Kelelawar yang Diduga Penyebar Virus Corona


Simak Video “Kriuk-kriuk! Nikmati Kerenyahan Dimsum Kijing
[Gambas:Video 20detik]

Back To Top